Mendadak Nge-MC Sunday, Jan 29 2012 

Tokoh utama (a.k.a. Tukang MC)

Hari ini, sama seperti pekan-pekan sebelumnya, adalah jadwal setor muka ke GIC (Gumi Islamic Center). Namun hari ini cukup spesial karena ada acara pernikahan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di kota Gumi yang menikah. Setidaknya ada dua alasan yang membuat acara ini cukup spesial. Pertama, sebagai mahasiswa dengan duit beasiswa yang terbatas, acara ini adalah momentum untuk perbaikan gizi (baca: makan enak) dan mengobati kerinduan akan masakan tanah air. Kedua, dan masih sebagai mahasiswa, acara ini adalah sebagai momentum untuk memantapkan diri untuk segera mempersiapkan diri menuju momen bersejarah tersebut.

Sekitar jam 12.30 WKST (waktu Korea Selatan), gw dan agi, salah seorang mahasiswa pemburu makanan gratis, meluncur menuju Gumi Islamic Center (a.k.a. masjid Alhuda / GIC) menggunakan bus 14. Sampai sana rupanya pas iqomah sholat dluhur. Gw pun segera mengambil air wudlu dan bergabung dengan shof jama’ah yang sudah sedari tadi berjajar rapi.

Ba’da sholat dan dzikir, Gw sempatkan berbicara sepatah-dua patah kata dengan agi, tentang hal-hal berbau pernikahan sampai Pak Toif (pengurus GIC) datang mendekat duduk di samping kiri gw. Dia menyodorkan kertas bertuliskan susunan acara. Perasaan gw mendadak gak enak.

“Favian, ini tolong di-cek dunk sudah bener belum susunan acara-nya”, kata Pak Toif meminta tolong ke gw.

“Wah, saya sudah agak lupa Pak, kenapa gak bertanya ke Pak Imam? Sepertinya beliau lebih mengerti”, gw menjawab sekena gw. Memang, beberapa bulan sebelumnya gw pernah menjadi MC acara pernikahan di GIC, tapi saat ini gw yang dalam posisi berniat menghadiri acara pernikahan untuk mendapatkan makanan gratis, ya terus terang memang agak lupa. Maklum dalam posisi belum sarapan dan makan siang otak agak kurang merespon dengan baik.. :D

Kemudian, ternyata ada jama’ah lain yang sedari tadi memperhatikan perbincangan kami. Dia dengan sukarela menjawab keraguan Pak Toif. And, I think case is closed. But,…

“Favian, sebenarnya persiapan acara ini agak dadakan. Terus, MC-nya masih belum fix nih. Bisa gak jadi MC?” Dengan tampang innocence Pak Toif memelas minta tolong.

What??? Tanpa ba-bi-bu tiba-tiba gw ditodong jadi MC. Mana belum mandi lagi. Tadi cuma cuci muka dan pake parfum. Pakaian pun seadanya. Baju batik lagi di tumpukan cucian. Namun, bukan lah mahasiswa master kalo mengatasi masalah gini aja gak bisa.

Dengan tampang cool, mata bersinar-sinar kelap-kelip, dan wajah optimis akhirnya gw menjawab, “Ya sudah pak, serahkan padaku. Akan saya tunaikan tugas mulia ini”.

Akhirnya pak Toif pun lega dan bergegas meninggalkan gw menuju ruang sekretariat GIC. Dan akhirnya gw pun kelabakan menyiapkan kata-kata buat nge-MC.

Tapi, itu untungnya gak berlangsung lama. Ternyata skill gw sebagai MC pernikahan dan pernah juga sebagai MC acara ospek kampus sedikit membantu dalam menyusun kata-kata. Dan dalam waktu singkat juga, gw coba hapal kembali Ar rum 21 sebagai surat pembukaan untuk acara pernikahan.

Setelah persiapan yang memakan waktu hampir satu jam, acara pernikahan pun dimulai. Sebelum menginjak acara inti, acara dimulai dulu dengan penyerahan kuasa dari wali mempelai ke penghulu via telepon. Hal ini penting sekali lho, karena salah satu rukun nikah adalah kehadiran wali. Dan karena, wali dari mempelai wanita ada di Indonesia, ya tentu saja prosesi penyerahannya harus via telepon.

penghulu menghubungi wali dari mempelai wanita

Setelah prosesi penyerahan kuasa dari wali mempelai wanita ke penghulu, maka acara inti bisa segera dimulai. Sama seperti kebanyakan acara pernikahan yang lainnya, acara ini dibuka dengan “basa-basi” oleh MC, yang kemudian dilanjutkan oleh qiro’ah+sari tilawah, sambutan ketua pengurus GIC, dan acara inti yang ditunggu-tunggu (ijab-qobul).

Qiro'ah yang dibawakan kang Dodi

sambutan ketua pengurus Gumi Islamic Center

Prosesi ijab-qobul.

Pembacaan do'a nikah

Ada momen yang cukup menarik. Pada saat selesai prosesi penyerahan kuasa dari wali mempelai wanita ke penghulu, tiba-tiba menetes air mata dari mempelai wanita. Mungkin karena merasa terharu sekian lama memendam rasa ingin segera menikahi laki-laki yang di sampingnya. Atau apa ya? Gw gak tw pasti sih, karena perasaan wanita memang susah ditebak, sampai-sampai ada pepatah, dalam laut bisa diukur, dalamnya hati wanita siapa tahu.

Mempelai wanita menangis terharu sambil telepon dengan walinya

Yah, mungkin sekian dulu reportasi pernikahan dari GIC – Gumi – South Korea. Semoga bisa menambah informasi dan motivasi buat penulis dan pembaca.

Mempersiapkan hidangan untuk ramah-tamah

Tafsir Jodoh ala Mbah James Tuesday, Jan 24 2012 

Dalam era galau-isasi, ilmu-ilmu yang terkait dengan kegalauan semakin berkembang pesat. Bagaikan kacang goreng, mereka terjual laris-manis di segala segmentasi pasar. Mulai dari yang baru mengenal galau, galau tingkat menengah, sampai galau tingkat akut, semuanya mulai di-”riset” dan dibuatkan resep khusus untuk mengatasinya.

Tak mau ketinggalan, mbah james S.Pdk. (a.k.a. Sarjana Perdukunan), ingat lho ya Sarjana Perdukunan bukan Pendidik*n, pun ikut menyumbangkan tafsir jodoh buat para galauers yang diselipkan dalam lirik lagunya yang berjudul “undiscovered”. Gak pake lama, yuk langsung disimak di bawah ini.

(more…)

Review Beberapa Movie/Drama Korea dan Jepang Sunday, Jan 22 2012 

Dalam postingan kali ini, saya sajikan inti dari drama/movie Jepang/Korea yang telah saya tonton. Tanpa banyak berbasa-basi, yuk mari langsung disimak.
- Lelaki yang keren adalah seorang doktor lulusan MIT, jago IT, dan jago bela diri. (in City Hunter – K-drama)

- Lelaki yang cocok dijadikan kekasih adalah yang dokter yang pinter/cerdas, baik hati, bisa masak, walaupun tampang kurang ganteng (a.k.a. pas-pasan). (in Obstetric and Gynecology – K-drama)

(more…)

Hal-hal yang (Mungkin) Perlu Diketahui Jika di Korea Sunday, Jan 22 2012 

Semenjak booming-nya musik Korea (a.k.a. K-pop) dan film Korea (a.k.a. K-drama/movie), arus wisatawan di negeri ginseng semakin melonjak. Mereka biasa datang baik untuk menikmati ski di musim dingin, mengikuti konser musik ataupun sekedar backpacking keliling Korea Selatan (Korsel). Tidak hanya wisatawan, Korea Selatan juga menjadi tujuan favorit untuk kuliah dan bekerja. Saat Anda berada di Korea, mungkin perlu mengetahui hal-hal berikut agar Anda tidak “menyesal” di kemudian hari.

1. Jangan membeli barang-barang sebelum Anda mengecek harga di toko online dan “Daiso”. Hal ini penting, sebelum Anda menyesal karena membeli barang yang lebih mahal dengan selisih harga yang cukup lumayan. Selain itu, berdasarkan pengakuan mahasiswa Korea sendiri, harga barang di toko online lebih murah dibandingkan toko real walaupun sudah ditambah ongkos kirim. Tambahan pengecekan harga di “Daiso” adalah berdasarkan pengalaman penulis dan temen-temen seperjuangan di sini.

Jangan ngaku anak gaol kalo belum ke Daiso... :D

(more…)

Air Mata Sunday, Nov 20 2011 

Menangis adalah suatu aktivitas yang di-trigger oleh suatu event yang terdahulu. Mana mungkin menangis di-trigger oleh waktu, kecuali dalam tubuhnya terdapat masalah yang terkait dengan kelenjar air mata. Terlepas dari itu, menangis adalah hal yang normal dilakukan oleh pria maupun wanita, jika berada pada posisi yang tepat.

Tangisan adalah suatu efek yang terjadi karena pelaku memahami suatu makna. Ada yang hilang dari dirinya, kerinduan akan suatu kondisi, ataupun sakit yang teramat sangat. Tangisan juga suatu manifestasi bahwa seorang manusia masih memiliki rasa kemanusiaan. Ia bersedih, prihatin, dan berempati saat orang lain tertimpa musibah.
(more…)

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.