Recently, I like… Sunday, Jan 24 2010 

Wuih…dah lama gak posting nih, jadi kangen banget ingin posting lagi. Entah kenapa abis lari pagi a.k.a jogging ada hasrat yang kuat untuk posting di WP. Setelah jajan di pasar kaget depan kampus, ane sempatkan untuk mencari akses internet gratis di lab Elka, mumpung masih diakui sebagai “mahasiswa”.

Kali ini, ane mau cerita ’bout my recently fave song. Every student (a.k.a mahasiswa) in IT Telkom especially “nasyid holic ” knows bout this nasyid. Ehm… there is nothing special bout this nasyid if we compare with the other love song. But, I don’t really know the reason why i’m addicted to listen it.

Nasyid yang dibawakan Seismic ini judulnya “Menjemput Bidadari”. Menurut analisis ane(jyah…pake dianalisis segala…) lagu ini cukup memotivasi bagi orang yang telah lulus kuliah dan akan menuju jenjang berikutnya untuk mempersiapkan bekal yang cukup dalam mengarungi samudra kehidupan bersama (a.k.a menikah).

Masih dengan nasyid itu juga, sebelum mencapai hal tersebut, maka yang paling penting yaitu menemukan siapa jati diri kita sebenarnya. Jangan sampai saat sudah mencapai masa tersebut kita masih bingung siapa kita, seperti apakah kita, bagaimanakah kita, dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh dengan tantangan, cobaan dan tanggung jawab yang begitu berat.

Dan (khusus para ikhwan a.k.a cowok), karena kita akan menjadi kepala rumah tangga, maka kita akan memiliki tanggung jawab yang berat dalam mengarahkan bahtera rumah tangga ini agar berjalan dengan baik penuh dengan rahmat dan ke-ridloan Allah SWT. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa melakukan itu semua kalau tidak memiliki bekal ilmu dan pengalaman yang cukup dalam menempa diri dan pengetahuan serta kesadaran yang mendalam tentang eksistensi diri kita.

Maaf-maaf nih kalo rada sedikit nyentil, tapi gak papa kan. O, iya… nih ane sertain liriknya deh, biar bisa diresapi makna nasyid ini. Kalo mau nge-dengerin, googling aja, kayaknya cukup banyak yang nge-share dan upload di internet.

Menjemput Bidadari – Epicentrum

Bila yakin tlah tiba,
teguh di dalam jiwa,
kesabaran menjadi bunga

Sementara waktu berlalu,
penantian tak berarti sia-sia,
saat perjalanan adalah pencarian diri

Pre Chorus :
Laksana Zulaikha, jalani hari,
sabar menanti Yusuf Sang Tambatan Hati
di penantian mencari diri,
bermohonkan ampunan, …
dipertemukan

Chorus :
Segera kan ku jemput engkau bidadari,
bila tiba waktu kutemukan aku
ya Ilahi Robbi,
keras ku mencari diri,
sepenuh hati
teguhkanlah ku dilangkah ini,
di pencarian hakikat diri
dan ijinkan ku jemput bidadari,
tuk bersama menuju-MU,
mengisi hari

Kini yakin tlah tiba,
teguh di dalam jiwa,
kesabaran adalah permata

dan waktu terus berlalu,
penantian tak berarti sia-sia,
saat perjalanan adalah pencarian diri

Pre Chorus :
Laksana Adam dan Hawa,
turun ke bumi, terpisah jarak waktu
di penantian mencari diri,
bermohonkan ampunan, ..
di pertemukan

Bridge :
Bidadari tlah menyentuh hati,
teduhkan nurani
bidadari tlah menyapa jiwa,
memberikan makna

When Favian Back Sunday, Nov 22 2009 

Akhirnya… bisa posting kembali setelah cukup lama menghilang disebabkan aktivitas Coop, PDKT 2009, dan juga Tugas Akhir. Sebenarnya masih bingung juga mw posting apa, tapi karena dah kangen banget pengen eksis lagi, jadinya seadanya aja ya, moga bisa mengobati rasa rindu ini.

Pertama, judul postingan ini sebenernya copy paste dari publikasi riset dosen pembimbingku, cuma namanya aja diganti. Bukan berarti aku termasuk orang yg gak kreatif (@@bisa jadi juga sih##), tapi aku terinspirasi oleh beliau selama mengerjakan Tugas Akhir. Beliau lagi kuliah S3 di UI, punya bisnis catering, orangnya ramah, kalo bimbingan kadang ditawarin makanan, pokoknya baek banget deh beliau. T..O..P….B..G..T.

Kedua, (##sedikit iklan nih$$) insyaAllah hari Selasa tanggal 24 November 2009 jam 13.00 aku mau sidang Tugas Akhir. Fyuhhh, setelah melewati suka-duka, jatuh bangun, hampir stres dan putus asa (rada lebay dikit, hehehehe). akhirnya bisa sidang juga. Yup, bentar lagi titel S.T. bakal melekat di namaku nih. O..iya… yg mau ngelihat sidangnya secara “live”, bisa datang di ruang sidang A fakultas Elektro & Komunkasi, tepatnya samping ruangan pak Jangkung (Dekan Fakultas).

Ketiga, sebenarnya ini adalah suatu yang dilematis. Saat kita lulus, pernah kebayang gak sih mw ngapain??? Pasti sebagian besar bakal jawab, “Kirim apply sana-sini, terus kerja”. Jawaban yang standar banget ya… Emang bener jawaban seperti itu, namun apakah cukup sampai di situ. Kalo aku sudah punya “plan” sendiri, tapi… setelah kupikir, koq rasanya berat bgt dan rada kurang realistis. Mungkin ini sama seperti saat pertama kali ambil matkul TA-1 dimana waktu itu temenku menyarankan, “Jangan ambil topik itu, terlalu berat, sumbernya sedikit dan terbatas”. Dasarnya aku ini emang orang yang keras kepala dan rada idealis, akhirnya aku ambil juga topik itu, tapi tentu saja ada kompensasi yang harus aku dapatkan, ya telat satu semester ini. Tapi, jika aku yang saat ini bertindak seperti itu, rasanya akan banyak pihak yang “terluka” dan terbebani (ceileh, kata2nya…). Ya sudah…mungkin itu akan menjadi bahan renungan abis sidang nanti.

Keempat, selain sibuk nyiapin sidang, akhir2 ini aku jadi sering buka2 Al kitab Elektronika (like Boylestad, Sedra-Smith, Hambley, etc) gara2 ketrima jadi Assisten dosennya pak Sony dan pak Iswahyudi. Sebenarnya ini terlalu nekat juga, karena harus menduakan TA, tapi kalo aku gak mencoba, gak bakalan dapet pengalaman yang berharga dan tambahan ilmu tentang Elektronika. Awalnya sih rada’ tertekan karena harus mendalami lagi sesuatu yang aq sendiri kurang memahaminya, hingga tak jarang waktu tidur malam dikorbankan, namun seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya semakin terbiasa juga. Dan yang paling penting , semangatku untuk membaca text-book semakin meningkat…

Kelima, saat ini hatiku sedang terdistorsi oleh sesuatu mungkin lebih tepatnya seseorang, sudah dua kali aku memimpikannya. Kalo mimpinya indah sih gak papa, lha ini mimpinya serem bgt… aku gak tw kenapa??? Moga gak ada apa-apa dengan aku dan dia, I hope…

Terakhir, karena dah terlalu malam, mungkin ini dulu dah yang bisa aku share… kayaknya emang kurang bermanfaat dan kurang bermutu, Ya udah gak papa, mungkin lain kali bisa share-share ilmu lagi…OK, good luck for everyone.

Kenangan Masa Lalu – Lembayung Bali Thursday, Jun 18 2009 

friendship_7

Rasanya tak pernah bosan mendengarkan lagu ini. Lagu yang sempat populer pada masa aku SMP ini seakan tak pernah ada matinya. Nada merdu yang dibawakan oleh Saras Dewi ini memberikan aku energi untuk terbang melintas ruang dan waktu sesuka hatiku. Melihat kembali diriku yang berbaring di kasur mendengarkan radio pagi sambil menikmati udara pagi selepas subuh. Menyapa alam dan mereguk kesegaran udara pagi di kampungku kala itu. Sungguh tak pernah terlupakan.

Teman-teman memang orang terdekat yang dapat memberikan inspirasi kehidupan. Senyumannya seakan memberikan suntikan semangat tuk jalani hari-hari yang berat penuh ujian. Mendengarkan celotehannya dapat menerbitkan bahagia yang sempat tenggelam dalam aktivitas hidup ini. Perpisahan pun adalah suatu janji untuk bertemu lain kali.

Seakan tak ingin menafikan masa-masa itu, aku coba hadirkan kembali catatan perjalanan indah hidup kita yang terhimpun dalam sajak lagu “Lembayung Bali”. Berikut ini liriknya…

 


Lembayung Bali

Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi

Andai ada satu cara
Tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

 

Kita tak tahu, sebanyak apa waktu yang kita miliki saat ini. Berbuatlah sebaik dan semaksimal mungkin tuk mengukir tinta emas prestasi kehidupan, entah itu terkait dengan persahabatan, belajar, pekerjaan, lingkungan dan lainnya. Kelak, kerja-kerja itu yang akan membuat kita tersenyum dan bangga karena telah mengukirnya dengan begitu indah. Dan sebaik-baik saat untuk mengenang masa-masa indah itu adalah saat kita di surga Allah nanti… Allahumma amin…

Menatap Masa Depan Saturday, Jun 13 2009 

Aku tidak tahu apa yang kulakukan nanti. Banyak masalah yang menghampiriku. Kelurga, teman, akademik, dan impian pun termasuk masalahku. Aku seolah-olah terbius oleh nuansa novel dan jalan ceritanya seolah membawaku terbang ke dunia lain. Aku tidak boleh selamanya seperti itu. Ini adalah alam nyata bung, bukan di negeri dongeng. Aku harus berpikir serealistis mungkin, walau idealisme itu juga penting. Saat ini yang kuharapkan adalah semua permasalahan itu dapat aku selesaikan satu persatu, dan aku dapat merengkuh impianku.

Aku tak tahu kapan kan berakhir masalah itu. Aku kan berusaha menanamkan keyakinan itu dalam hatiku, bahwa Allah takkan memberikan cobaan yang tak dapat ditanggung oleh hambaNya. Aku kan terus bergerak, mencari ilmu dan memecahkan masalahku itu. Hal lain yang kuyakini adalah, masalah adalah mekanisme yang dibuat Allah agar seseorang bertambah ilmu dan pengalamannya untuk mengatasi permasalahan yang lebih besar nanti. Jika menghadapi masalah ini saja aku sudah angkat tangan, bagaimana kalau dihadapkan pada permasalahan umat dan bangsa ini.

Aku sekarang semakin sadar betapa agama memiliki makna yang cukup dalam. Tidak hanya sebagai suatu ritual belaka, namun itulah yang menjadi pondasi kehidupan. Dalam suka, agama kan memberi cara bagaimana harus bersyukur dan membagi nikmat itu sehingga kan tercipta kebahagiaan dalam kebersamaan. Dalam susah, agama akan menuntun manusia untuk dapat mencurahkan isi hatinya hanya kepada yang Kuasa, sehingga tampaklah ketegarannya dan masyarakat dapat mengambil hikmah atas apa yang dialaminya tersebut. Dan dalam skala yang cukup besar dan massif, agama adalah suatu cara untuk berinteraksi dengan segala aspek dan penunjang kehidupan serta membuatnya bernilai robbani sehingga kehidupan itu tidaklah terasa hampa namun akan memiliki arti yang cukup dalam dan bermakna. Akhirnya kehidupan kan berjalan harmonis, aman, tentram, rakyat kan makmur dan keterjaminan hukum dapat terlaksana.

Dalam keadaan yang masih jauh dari sempurna ini dan terkesan sering futurnya, aku seakan ingin menangisi keadaanku sendiri. Hidup yang seharusnya mampu menorehkan tinta emas, namun tetap saja belum ada prestasi yang bisa dibanggakan. Apakah aku benar-benar telah memegang teguh agama ini, jika iya mengapa hal itu terjadi. Bukankah Allah telah berfirman dalam kitabNya, ” Kuntum Khoiro ummat, ukhrijat linnas, ta’muruuna bil ma’ruf, wa tanhauna anil munkar…” Apakah sudah cukup apa yang aku lakukan? Sungguh belum. Lalu…

Ya muqollibal quluub… tsabbits qolby ‘ala diinik…

Djancuk Semakin Populer Friday, Jun 12 2009 

“He cuk, arep nang endi?”
“Apa kabar cuk?”

Temen-temen jangan heran jika suatu saat sedang main ke kampusku (red. IT Telkom) akan sering menemui hal itu. Bukan berarti kampusku itu sarangya arek-arek Suroboyo, karena menurut pandangan kasat mata hanya sedikit orang Surabaya di kampusku itu dan sebagian besarnya didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah (Solo, Klaten, Jogja, Semarang, dll).

Keren kan? ternyata jumlah yang sedikit itu bisa “mewarnai kehidupan kampus” dengan budaya “Cuk”nya. Aku juga gak habis pikir kenapa hal itu bisa terjadi. Bahkan akhir-akhir ini yang bukan orang Jawa pun ikut merasa memiliki budaya itu. Weleh-weleh…

Seingatku, kata-kata ini cukup tabu dan jarang banget orang memakainya. Dulu, kalo aku ketahuan orang tua mengucapkan kata-kata ini, maka bukan lidah yang bertindak, tapi tangan akan bertindak tegas, Plak… Waw, sensasinya itu masih terngiang-ngiang di kalbuku.

Seiring dengan berjalannya waktu, rasanya kata itu semakin kehilangan ke”sakralannya”. Mudah sekali orang mengucapkan itu. Seolah-olah itu adalah kata persahabatan yang mengakrabkan layaknya kata bro, sis, coy, dan semacamnya. Emang sih budaya di Surabaya sendiri seperti itu. Yang aku ceritakan tadi adalah budaya di pelosok sidoarjo yang berbatasan dengan Pasuruan (red. Porong), atau apa itu hanya kedisplinan dan sopan santun yang diterapkan ortu-ku padaku. Never mind, what ever that, we should respect with the nowaday culture.

So, apakah kita akan ikut meramaikannya. Seperti kata Boyo yang begitu cinta Surabaya, “Ojo sampe kata-kata Cuk ini diambil orang luar gara-gara awak dhewe gak peduli karo budaya dhewe.” Orang bebas berpendapat, semuanya akan kembali pada temen-temen sendiri. Yang penting kita harus tetap mencintai budaya kita agar bangsa lain tidak mengklaim kepemilikan budaya warisan leluhur ini.

Akhir kata, “Cintai produk dan budaya dalam negri…”

nb: kata orang surabaya sono Jancuk adalah suatu singkatan yang memiliki makna mulia.
j= Jadilah
A= Anak
N= Negri yang
C= Cerdas
U= Ulet
K= Kreatif

Made in Suroboyo

Made in Suroboyo

Referensi Novel Layak Baca Wednesday, Jun 3 2009 

Akhir-akhir ini entah kenapa aku selalu menyempatkan diri untuk membaca novel dalam kesibukan coop di jakarta. Hobi yang dulu sempat aku gemari itu seakan muncul kembali ke permukaan setelah mengendap sekian lama dalam diriku. Dulu memang aku sering baca novel bahkan pernah dua kali beli novel (kalo gak salah novelnya Andrea Hirata ama satu lagi siapa ya…). Selebihnya novel-novel yang kubaca adalah novel hasil merayu temen untuk aku bawa selama beberapa hari, hehehe…

Selama hampir tiga hari ini aku selalu menyempatkan untuk download beberapa novel Islami karya penulis bangsa sendiri. Yang paling banyak adalah karya kang Abik (Habiburrahman El Shirazy), trus ada juga karyanya Pipit Senja, ada juga karyanya Asma Nadia, dan yang lainnya. Nah, sebagai progress report apa yang telah kubaca, akan sedikit saya ceritakan kisah singkatnya ya. Oh, iya kalau sekalian mw download, nanti akan ada link-nya. Selamat menikmati…

 

E-book novel yang pertama aku baca adalah “Dalam Mihrab Cinta” karyanya kang Abik. E-book ini berisi tiga buah novel pendek yang salah satunya merupakan ringkasan dari roman “Dalam Mihrab Cinta”. Adapun ketiga judul cerita tersebut adalah: “Takbir Cinta Zahrana”, “Dalam Mihrab Cinta”, dan juga “Mahkota Cinta”. Dua novelet yang disebutkan di awal cukup bagus jalan ceritanya dan begitu mendalamhikmahnya. Pada Judul yang pertama mengisahkan ketabahan seorang akhwat yang berpendidikan tinggi yang terlambat menikah (sudah 34 tahun namun belum menikah). Namun, Allah telah memberikannya suatu peran dengan skenario cerita yang cukup menarik hingga tiba saatnya mendapatkan pendamping hidup yang diharapkannya (soleh, ganteng dan juga intelektual). Pada cerita yang kedua, mengisahkan seorang santri yang harus merasakan kejamnya dunia akibat fitnah yang diterimanya saat masih menuntut ilmu di pondok pesantren di Kediri. Hatinya hancur, karena tiada lagi yang mempercayainya kecuali adik bungsunya. Namun, cobaan berat itu akhirnya dapat membentuknya menjadi seorang pemuda yang mulia pada akhirnya. Untuk cerita yang ketiga, baca sendiri aja ya. Gak seru dunk kalo harus diceritakan semuanya.

Yup, silahkan di-download Dalam Mihrab Cinta

 

E-book kedua yang aku baca berjudul “Bidadari Untuk Ikhwan”. Novel yang ditulis oleh Fajar Agustanto ini mengisahkan seorang ikhwan yang berjuang di jalan dakwah dengan kesungguhannya. Ia telah mengabdikan dirinya untuk berjalan kaki “blusukan” masuk ke rumah-rumah pinggiran yang dihuni oleh banyak orang miskin. Mulai dari anak kecil dan preman yang garang pun tak luput dari sasaran dakwahnya. Sekali lagi skenario Allah pun berjalan begitu indah. Dengan tetap istiqomah menjaga diri dari fitnah dunia, akhirnya ia berhasil mendapatkan seorang bidadari cantik nan solihah yang menjadi idola dan membuat banyak mahasiswa terpesona. Namun tak sampai di situ, ada cerita lain yang menjadikan novel ini seru untuk dibaca. So, bagi yang penasaran silahkan download link di bawah ini dan telusuri hikmahnya

Monggo, Silahkan di-download Bidadari untuk Ikhwan

 

Nah, novel ketiga yang aku baca berjudul “Nyanyian Cinta”. Novel ini juga dituls oleh kang Abik. Masih dalam tema cinta, sekali lagi kang Abik menegaskan pada pembaca bahwa tiap orang telah ditetapkan masing-masing jodohnya oleh Allah SWT sesuai dengan kalamNya dalam surat Annur ayat 26: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)….”

OK, silahkan di-download Nyanyian Cinta

Mengapa harus 3,5 tahun Wednesday, Jun 3 2009 

Hidup adalah suatu pilihan, dan diam tidak memilih pun adalah suatu pilihan juga

 

Aku mengenalnya tak cukup lama. Mungkin dua tahun lalu saat aku pertama mengenalnya. Dia adalah adik kelasku waktu di SMA, namun karena ke-kurang gaul-an ku saat SMA hingga aku baru saja mengenalnya saat menginjak tahun kedua di kampus putih biru ini. Dia saat ini satu kampus denganku dengan mengambil jurusan Informatika

Kulit sawo matang dan tubuh mungil yang dibalut gaun berjilbab terlihat begitu berwibawa nan menyimpan penuh kecerdasan dan semangat belajar yang dimiliki oleh seorang anak yatim dengan harta yang berkecukupan. Seorang akhwat yang menjadi salah satu assisten lab di jurusan tersebut memang tak banyak menampakkan kelebihannya. Hanya sikap tawadlu’ dan sapaan hangat yang selalu tersemburat dari pribadi sederhana tersebut.

Dan, Aku pun baru menyadari hal itu akhir-akhir ini, saat dia mengeluh dalam mengerjakan Tugas Akhirnya. Aku sempat kaget, ternyata dia berencana untuk lulus tiga setengah tahun. Suatu impian yang sempat aku miliki dan akhirnya harus aku kandaskan untuk mengejar sesuatu yang lain. Cukup bangga juga aku memiliki adik kelas yang seperti itu. Tapi, tetap saja ada tanda tanya dalam hati untuk segera mencari jawaban dibalik rencana tiga setengah tahun tersebut.

“Memang ada apa koq mau buru-buru lulus?” tanyaku pada gadis itu. Sebelum dia menjawab aku segera menimpali dengan nada bergurau,”mau cepet-cepet nikah ya?”

Seperti biasa, dengan suara seperti anak kecil yang sedang diliputi kebahagiaan dia bertutur padaku, “Jadi gini, Mas. Ayahku kan sudah meninggal. Nah beliau itu masih ada asuransi dan uang asuransi itu yang saya gunakan untuk biaya kuliah saya.”

Sejenak aku diam menyesali perkataan yang telah aku ucapkan sebelumnya. Lalu aku melanjutkan lagi mendengar ceritanya.

“Nah duit asuransi itu diberikan ibu kepadaku sepenuhnya. Dan uang itu gak ada yang utak-atik. Semuanya murni aku yang mengatur duit itu untuk keperluan selama kuliahku di sini”, Lanjut dia menambahkan cerita sebelumnya. “Nah, ibuku juga ngomong padaku untuk menggunakan uang itu sebagai biayaku kuliah sampai tamat, jika memang uang itu habis sebelum aku tamat, ya sudah aku mungkin hanya bisa menyelesaikannya sampai di situ saja”, sambung dia lagi. “Nah itulah alasan yang membuat aku harus lulus tiga setengah tahun, karena uang itu hanya cukup membiayai kuliah untuk jangka waktu itu”, kata dia sambil menutup pembicaraan singkat kami itu.

Saat itu, berbagai perasaan tercampur dalam hatiku ini. Di satu sisi aku bangga karena memiliki adik kelas yang begitu besar semangat belajarnya walau dia harus kerja keras mengatur kondisi keuangannya sendiri tanpa didampingi kedua orang tua yang lengkap untuk memberinya support. Di satu sisi yang lain, aku merasa malu pada diriku sendiri, yang memiliki kedua orang tua yang masih lengkap dan mampu membiayai pendidikan kuliah hingga akhir, namun tiada prestasi yang bisa ditorehkan. Astaghfirullah hal ‘adzim…

Mungkin tak banyak yang bisa saya berikan pada dia, namun aku hanya bisa berharap dan berdo’a semoga kuliahnya lancar hingga akhir dan uang yang dia pegang tersebut cukup untuk mengantarkannya memperoleh gelar yang membanggakan bagi diri dan keluarganya.

Sisi lain Resistor… Friday, May 29 2009 

Tatkala Sang Penguasa jagad raya menciptakan resistor dengan segala kelebihan dan kekurangannya, disuruhNya resistor berdiam diri sejenak hingga saatnya. Waktu penantian yang begitu lama ternyata tidaklah sia-sia. Sejak ilmuwan yang bernama Ohm mampu merumuskan hukum-hukum yang terkait antara tegangan, arus dan hambatan, maka sejak itulah petualangan resistor dimulai.

Sebenarnya tidak banyak orang yang tahu apa kontribusi resistor terhadap perubahan besar yang terjadi pada dunia, karena dalam pikiran orang resistor adalah suatu hambatan, titik. Tidak kurang dan tidak juga lebih, resistor adalah suatu penghambat arus yang boleh lewat dalam suatu rangkaian listrik. Itulah yang menyebabkan kehidupan resistor begitu jenuh dan membosankan dalam kacamata orang awam.

Beruntunglah bagi sebagian kecil yang lain, orang-orang cerdas dan berilmu mampu menangkap fenomena lain dari resistor. Mereka mampu melihat sisi lain dari resistor selain dari kacamata arus dan tegangan pada umumnya. Bagi mereka, bukan soal berapa banyak arus yang dapat dilewatkan, tapi yang menjadi soal adalah begitu indahnya harmoni yang ditimbulkan oleh kehadiran resistor dalam sinergisitasnya dengan komponen yang lain. Namun bukan berarti mereka tidak membutuhkan arus yang besar dalam suatu sistem kelistrikan, tapi yang paling penting adalah bagaimana potensi yang ada tidak hanya dimanfaatkan untuk kendali arus saja, karena memang masih banyak inovasi yang bisa ditimbulkan darinya.

Begitu pula yang terjadi dalam hidup kita, begitu banyak resistor yang menghambat dalam perjalanan dan pengalaman entah itu tentang persahabatan, karir, usaha, keluarga, dan segala aspek kehidupan lainnya. Respon awal kebanyakan orang pada saat itu adalah keluh dan kesah karena apa yang diinginkannya menjadi agak lambat tidak lancar ataupun tidak sesuai keinginannya.

Setelah itu, orang boleh memilih beragam aksi yang lain, apakah ia akan tetap berkeluh-kesah dan mengutuk kehidupan hingga akhirnya berputus asa karena ia tetap saja bernasib seperti itu, ataukah ia akan melihat sisi lain resistor yang menghambat segala aspek dalam hidupnya sebagai suatu harmoni yang akan menumbuhkan sikap bijak dan kedewasaan dalam berpikir dan memecahkan masalah. Dan itu adalah suatu pilihan dalam hidup.

Yang perlu kita ingat kembali adalah segala macam rangkaian elektrik dan sistem elektronika yang begitu canggih tidak akan terbentuk tanpa andil dan peran serta resistor. Walaupun mungkin kita pernah melihat rangkaian elektrik yang tidak menggunakan resistor, namun tetap saja jalur yang digunakan (jalur PCB, kabel, dll) mengandung suatu hambatan tertentu.

Mungkin kita masih ingat saat dulu belajar tentang filter, secara sederhana suatu filter dapat dibuat dengan komposisi resistor dan capacitor ataupun inductor dengan nilai tertentu. Suatu multivibrator ataupun signal generator pun tak lepas dari peran serta resistor. Hingga perangkat telekomunikasi yang cukup canggih saat ini pun takkan lepas dari kontribusi komponen yang satu ini.

Saat ini Allah SWT memberikan kita beragam nilai resistor dalam kehidupan kita. Tugas kita adalah berpikir dan berusaha sekuat tenaga untuk mempersembahkan suatu rangkaian yang terbaik dengan multiguna dan beragam manfaat yang dapat dirasakan bagi alam semesta. Dan jika memang waktu yang telah disediakan olehNya telah selesai maka tibalah saat kita mempresentasikan kerja-kerja kita di dunia pada Sang Penguasa Alam Semesta.

Catatan: Kerjakan tugas ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, yakinlah akan ada petunjuk dan hikmah yang disiapkan olehNya dalam setiap usaha dan kerja keras kita.

Pengertian Bandwidth dalam dunia ICT Tuesday, May 26 2009 

Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi banyak hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari munculnya telepon rumah, sistem GSM, CDMA, dan mungkin yang baru booming akhir-akhir ini adalah handphone dengan teknologi yang mendukung untuk aplikasi email layaknya microsoft outlook dalam PC mupun laptop (red: Blackberry). Sebenarnya penulis tidak akan memaparkan secara panjang lebar tentang hal-hal yang telah disebutkan tadi, namun pada postingan kali ini penulis akan coba memaparkan sedikit demi sedikit tentang istilah-istilah yang akan sering kita dengar dalam dunia ICT (Information and Communication Technology). Lebih jelasnya simak di bawah ini.

Pernahkah teman-teman mendengarkan kata bandwith? Mungkin teman-teman sudah tidak asing lagi dengan kata ini. Banyak sekali kata ini akan kita temui jika berbicara tentang teknologi komunikasi. Misalkan saja, bandwith untuk untuk download sebesar sekian kbps, atau bisa juga bandwidth sistem GSM sebesar 25 MHz, dan lain sebagainya. itu tadi adalah beberapa contoh penyebutan istilah bandwidth dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebenarnya bandwidth itu apa sih?

Pada dasarnya bandwidth merupakan suatu beda frekuensi antara frekuensi cut-off atas dan juga frekuensi cut-off bawah. Trus, frekuensi cut-off tuh apa ya? Nah, yang dimaksud dengan frekuensi cut-off adalah nilai frekuensi saat daya daya turun menjadi setengah dari daya inputnya atau turun 3 dB. Untuk memperjelas maksud dari pengertian di atas, silahkan perhatikan gambar di bawah ini

contoh bandwidth

contoh bandwidth

Dalam gambar di atas, bandwidth di notasikan dengan huruf B, di mana bandwidth (B) merupakan selisih antara fH dan fL atau B = fH – fL, kemudian frekuensi cut-off atas dinotasikan dengan fH dan frekuensi cut-off bawah dinotasikan dengan fL. Dan satuan bandwidth untuk yang satu ini menggunakan satuan Hertz. OK, sejauh ini sudah cukup jelas kan? Semoga saja…

Tapi, tadi bukannya ada istilah kbps untuk menyebutkan nilai bandwidth? Oh iya, memang ada satu lagi cara untuk menyebutkan nilai bandwith dalam dunia telekomunikasi yaitu dengan bps (bit per second), bisa juga dengan kbps (kilo bps), Mbps (Mega bps), Gbps (Giga bps), dst. Sepertinya terpaksa harus menjelaskan lagi nih(hehehe…:D ). Sebenarnya cukup panjang juga kalau mau mengerti secara detail tentang penggunaan istilah ini, namun akan saya coba untuk meringkasnya.

Bandwidth yang satu ini terkait dengan dua variabel lagi modulasi dan juga source coding. Wuih…., itu apalagi ya??? Modulasi itu pengertiannya adalah menumpangkan suatu sinyal informasi ke dalam suatu sinyal carrier. Kenapa sih harus pake menumpang segala? Gampangannya gini (jowone mulai metu, hehehe…), ibarat suatu barang yang akan dikirim dari suatu tempat ke tempat yang lain, tentu saja barang itu akan aman jika dimasukkan ke dalam mobil pengangkut barang (ex: truk, mobil box, dll) daripada barang tersebut dibiarkan menggelinding hingga ke tempat tujuan yang jaraknya cukup jauh. Nah, sepert itulah prinsip modulasi yang dimaksud dalam konteks ini. Trus, kaitan antara bandwith dengan modulasi tuh apa? sama source coding itu apa? Sabar dunk…ntar juga akan dijelasin lagi.

modulasi FSK

modulasi FSK

Saya jelasin source coding dulu aja ya. Source coding merupakan suatu pengkodean pada suatu sinyal informasi yang masuk ke suatu sistem pengolahan informasi. Di sini, sinyal informasi yang bersifat analog (ex: voice, video, dll) akan diubah menjadi bentuk sinyal digital biner (1 dan 0), biasanya disebut dengan istilah bit-bit biner. Untuk lebih jelasnya bisa baca-baca lagi atau tanya ke mbah google aja. Sejauh ini sudah cukup jelas kan?

Nah, akan coba saya gabungkan beberapa istilah yang sudah disebutkan di sebelumnya. Setelah sinyal informasi berubah menjadi bit-bit biner, maka sinyal tersebut memerlukan suatu modulasi agar sinyal informasi tersebut selamat saat dikirimkan ke tempat tujuan yang jaraknya cukup jauh. Ditumpangkanlah sinyal informasi tersebut ke suatu sinyal carrier dengan beragam cara modulasi (FSK, PSK, MSK, APK, dll) untuk menjaga agar sinyal informasi tersebut tetap utuh hingga ke tujuan akhir. Dalam proses modulasi tersebut ada mekanisme di mana bit-bit tersebut direpresentasikan menjadi suatu simbol tertentu yang bertujuan untuk mengefektifkan dan memperbesar nilai bandwidth saat pengiriman tersebut. Misalkan saja untuk modulasi QPSK, dua bit dapat direpresentasikan menjadi suatu phasa tertentu, atau FSK dimana satu frekuensi merepresentasikan satu bit, dan lain sebagainya. Sehingga bandwidth dalam konteks ini adalah banyaknya data / bit biner yang dapat dikirimkan tiap detiknya, atau kalau dibuat notasinya menjadi B = fc x L, di mana fc merupakan frekuensi carrier sinyal dan juga L merupakan banyaknya bit yang dapat direpresentasikan dalam satu simbol.

Saya rasa cukup untuk kali ini semoga bisa menambah wawasan teman-teman mengenai istilah-istilah dalam dunia telekomunikasi dan juga perkembangannya. Jika kurang jelas, saya sarankan teman-teman meminta wejangan ke mbah google atau bertanya pada orang terdekat yang mengerti.

sumber website wikipedia.org

Pemuda Penerus Bangsa: “Koq Melankolis?” Friday, May 22 2009 

“Jangan pernah diperbudak oleh cinta, karena cinta laksana air laut yang membuat orang semakin dahaga bagi yang meminumnya”

 

Ok, fren…kita ketemu lagi nih. Moga gak bosen baca blog ini (*mang sapa yang baca, hehehe*). Sebelum lebih jauh cuap-cuap, saya ingin memperjelas terlebih dahulu maksud judul di atas. Di sini saya tidak bermaksud mengkritik orang yang memiliki kepribadian melankolis seperti yang dijelaskan panjang lebar oleh buku Personality Plus punya “Florence Litteur”, namun di sini melankolis yang saya maksud adalah sikap seseorang yang begitu men”dewa”kan cinta, hidup untuk cinta, dan apa pun itu lah (ngerti kan maksudnya???).

Mengapa saya menyoroti “melankolisme di kalangan pemuda” (*bener gak ya istilahnya?*)? Dilatarbelakangi dengan semakin bermunculannya film-film layar lebar, sinetron, dan bahkan kartun yang bernuansa cinta, saya mulai menganalisis diri saya sendiri terlebih dahulu berikut juga hal-hal di sekitar saya. Banyak hal-hal menarik yang saya temukan terkait dengan hal ini. Dan memang hal ini benar-benar terjadi pada diri saya dan juga teman-teman saya. Lebih jelasnya akan dipaparkan di bawah ini.

*Kembali mengenang masa-masa SMA dulu*
Jujur, saya dulu memang pernah mengagumi salah seorang teman saya yang cukup terkenal di kalangan teman-teman saya satu geng ijo lumut (Ikatan jomblo lucu dan imut, hehehe…). Dia seorang putri (sebut saja “bunga”) yang cukup cantik, tegar, dan sholihah. Tapi, dulu saya adalah pelajar yang masih cupu (cukup pinter, hehehe…:D ) , sehingga saat itu saya hanya bisa diam, menunggu, dan berdo’a. Satu hal yang saya sukai dari dia dan membuat saya begitu kagum padanya adalah saat saya memandang dan mengingatnya. Entah kenapa, saya juga tidak tahu, saat-saat itu ada sensasi lain yang saya rasakan, perhatian saya tidak hanya tertuju padanya, tapi saya juga teringat pada dosa-dosa saya, teringat betapa iman ini cukup rendah dan banyak hal lain sehingga saya saat itu begitu semangat dalam beribadah. Begitu juga saat diri ini futur, diri bisa kembali semangat beribadah ketika mengenang dan mengingatnya.

Cerita lain yang cukup menarik, adalah pengalaman yang baru saja dialami oleh teman saya (sebut saja “J”). Dia telah berpacaran dengan adik kelasnya sejak SMA (sebut saja T) hingga dia hampir lulus kuliah. Namun pada akhirnya dia harus putus dengan kekasihnya tersebut dikarenakan ada seseorang yang bisa mengisi dan menggantikan J di hati T. Sungguh kasihan nasib J saat itu, dia harus menahan rasa sakit karena tidak bisa melupakan kenangan manis yang telah dilewati bersama-sama sehingga hidupnya menjadi tidak produktif karena terbebani masalah tersebut

Mungkin teman-teman tidak akan merasa aneh dan asing ketika membaca dan mengetahui cerita tersebut, namun ada sesuatu hal yang perlu teman-teman perhatikan terkait dengan dua ilustrasi cerita di atas. Dalam cerita yang pertama, di situ penulis menggambarkan bahwasanya cinta ternyata memiliki sisi positif sehingga membuat si F dapat termotivasi dalam beribadah dan mendekat kepada Allah SWT. Dalam cerita yang kedua, ternyata cinta dapat membuat seseorang yang terlibat dalam percintaan tsb menjadi sakit hati dan kehilangan produktifitas hidup. Dan mungkin masih banyak hikmah yang bisa dipetik dalam kisah percintaan.

Namun bukan itu yang ingin dibahas, ada hal esensial lain yang perlu diketengahkan dalam situasi gonjang-ganjingnya kehidupan saat ini. Walaupun ini bukan hal urgent, tapi jika dibiarkan terus-menerus akan dapat merusak generasi bangsa ke depannya. Seperti yang diungkapkan dalam judul tulisan ini yaitu tentang sikap melankolis yang berlebihan yang dialami anak muda saat ini. Penulis tidak heran jika saat ini hal tersebut semakin menjadi-jadi, karena memang telah banyak propaganda yang digencarkan oleh oknum tak bertanggung jawab agar membuat penerus bangsa menjadi lemah karena “cinta”, hilang akal sehatnya, dan melupakan nasib bangsa yang semakin terpuruk dalam segala lini. Maraknya film-film gak jelas yang bertemakan cinta, “valentine day”, reality show tentang percintaan, gaya hidup berpacaran dan hal yang lainnya sedikit demi sedikit telah menggerogoti akidah dan iman bangsa ini.

Lantas harus seperti apakah pemuda penerus bangsa ini? Mungkin gampangnya ya kita negasikan aja pernyataan di atas menjadi “pemuda penerus bangsa seharusnya tidak boleh melankolis”. Namun jika berbekal penegasian topik di atas, maka cukuplah absurd untuk dapat mempersiapkan pemuda mengisi pos-pos yang nantinya akan ditinggalkan oleh generasi tua. Untuk dapat menegakkan kembali “izzah” bangsa yang telah tertindas cukup lama ini, maka setidak-tidaknya ada empat pilar yang harus ditegakkan dalam diri seorang pemuda. Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas.

Adalah penting kita mengetahui sesuatu yang menggerakkan kita dan menjadi dasar dalam setiap langkah kita. Sesuatu ini pula yang menjadi parameter penilaian kebenaran dan tolak ukur dalam perbuatan yang kita lakukan. Untuk menjaga kemurnian dan kevalidan nilai tolak ukur tersebut, maka sesuatu tersebut tidak boleh terikat pada nilai duniawi (harta, kekuasaan, dll) sehingga sesuatu itu akan tetap menjaga dan mengingatkan segala tindak-tanduk pemuda yang kan meneruskan cita generasi tua saat ini. Dan, sesuatu itu adalah iman yang benar dan kokoh. Jika iman kita benar dan hanif tentu saja kita akan dapat bersikap obyektif, adil dalam memutuskan, dan juga akan terbebas dari ketergantungan pada makhlukNya (manusia, harta, dll) sehingga segala keputusan yang diambil benar-benar datang dari hati nurani dan berpijak pada nilai-nilai kebenaran. Dengan iman yang kokoh tentunya akan membuat pemuda tersebut semakin tahan banting melawan segala resistansi kehidupan sehingga pondasi iman tersebut tidak akan mudah goyah dan roboh diterpa oleh variabel permasalahan hidup

Ketika pondasi itu telah tertanam dengan kuat di hati para pemuda, maka hal itu sudah cukup untuk dapat menjaga dan memfilter pemuda tersebut dari segala macam noise kehidupan. Namun hal itu belumlah cukup untuk dapat membangkitkan kembali izzah bangsa ini dari keterpurukannya. Diperlukan komponen lain yang dapat mengajak pemuda dan masyarakat lain untuk turut serta dalam perjuangan mulia ini. Komponen ini juga akan menjaga dan melindungi pondasi yang telah ditanam sebalumnya sehingga ketika pressure internal dan external begitu besar dan membuat pondasi menjadi retak dan hampir rusak maka komponen ini akan mengembalikan kembali keutuhan pondasi tersebut. Komponen tersebut juga akan melipatgandakan segala potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh pemuda tersebut sehingga pemuda seolah-olah pemuda tersebut memiliki kekuatan tanpa batas. Dan komponen tersebut dikenal dengan nama ghiroh (semangat) dan azzam (kemauan) yang kuat

Ok, sejauh ini kita telah mendapatkan dua buah pilar yang cukup untuk dapat menopang cita-cita mulia kita. OK, ibaratnya suatu Personal Computer (PC) ataupun Laptop yang memiliki performansi yang cukup baik, maka akan sangat baik jika PC atau laptop tersebut dilengkapi oleh suatu antivirus ataupun firewall yang akan melindungi dari serangan virus yang dapat merobohkan sistem kokoh yang telah dibangun tersebut. Walaupun akan membuat kinerja komputer Anda menjadi agak lambat, namun antivirus akan benar-benar menjaga keamanan sistem komputer Anda apalagi ketika harus browsing di dunia yang maya ini. Sejauh ini, antivirus yang baik dan bisa saya rekomendasikan adalah “Ikhlas”. Dengan antivirus ini komputer akan aman dari serangan virus riya’ dan ingin dipuji sehingga niat kita akan selalu terjaga untuk mendapatkan ridlo-Nya. Antivirus ini akan membuat hidup Anda selalu bahagia karena komputer yang Anda miliki memiliki ketahanan yang kuat terhadap segala macam spyware, worm, maupun virus-virus yang akan membuat segala action Anda menjadi tidak bernilai pahala.

Komponen yang terakhir ini memiliki dimensi yang lebih kompleks, karena akan melibatkan segala pendukung yang terlibat dalam prosesi menuju kejayaan bangsa ini. Komponen ini akan memudahkan ataupun bisa mempersulit kejayaan tersebut untuk diperoleh. Komponen ini juga akan mengatur ritme perjuangan dan akan menjadi yang teramat indah. Komponen ini begitu penting ketika kita melangkah bersama-sama (kelompok / jamaah). Komponen ini selanjutnya dikenal dengan istilah tadhiyah (pengorbanan). Tanpa adanya pengorbanan, tidak akan ada hasil yang dicapai, karena tiap orang sibuk untuk berjuang sendiri-sendiri untuk menjadi yang terbaik dan terdepan di medan laga. Tanpa adanya komponen ini, tidak akan lahir pahlawan dan syuhada yang kan dikenal perjuangannya selama ini. Dan tanpa komponen ini, tidak akan pernah izzah itu muncul ke permukaan.

Rasanya cukup panjang saya telah bertutur kata, namun itu semua akan tersiakan jika tak ada yang mau tergerak hatinya untuk memulai termasuk diri pribadi ini. Semoga kita termasuk ke dalam kelompok pemuda yang menjadi ujung tombak perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Dan semoga perjuangan yang kita lakukan dapat menjadi bekal kita di akhirat nanti.

 

Mari siapkan diri untuk SAMBUT PERUBAHAN bangsa ini….

Next Page »